Senin, 14 Maret 2011

LAPORAN TAHUNAN PENGAWAS

LAPORAN TAHUNAN PENGAWAS

BAB. I
PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah berisi standar kualifikasi dan kompetensi pengawas sekolah. Standar kualifikasi menjelaskan persyaratan akademik dan nonakademik untuk diangkat menjadi pengawas sekolah. Standar kompetensi memuat seperangkat kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai pengawas sekolah untuk dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
Ada enam dimensi kompetensi yang harus dikuasai pengawas sekolah yakni: (a) kompetensi kepribadian, (b) kompetensi supervisi manajerial, (c) kompetensi supervisi akademik, (d) kompetensi evaluasi pendidikan, (e) kompetensi penelitian dan pengembangan, dan (f) kompetensi sosial. Dari hasil uji kompetensi di beberapa daerah menunjukkan kompetensi pengawas sekolah masih perlu ditingkatkan terutama dimensi kompetensi supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan dan kompetensi penelitian dan pengembangan.
Salah satu bentuk desentralisasi pendidikan dalam otonomi daerah adalah adanya kewenanagan pengawas an pendidikan untuk pengendalian managemen dan mutu pendidikan yang ada ditingkat satuan pendidikan. Dalam mengendalikan mutu pendidikan tersebut diperlukan prosedur dan mekanisme kerja yang dapat dijadikan acuan untuk mengetahui ketercapaian target mutu pendidikan yang telahditetapkan oleh satuan pendidikan maupun arah dan target kebijakan pendidikan.
Masalah pokok pendidikan kita dewasa ini adalah peningkatan mutu pada setiap jenis, jenjang dan jalur pendidikian. Oleh sebab itu, pemerintah menetapkan delapan standar nasional pendidikan yakni:
(1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan (PP. No. 19 Tahun 2005). Standar nasional pendidikan sebagaimana dikemukakan di atas, pada hakekatnya menjadi arah dan tujuan penyelenggaraan pendidikan. Dengan kata lain, standar nasional pendidikan harus menjadi acuan sekaligus kriteria dalam menetapkan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.
Salah satu standar yang dinilai paling langsung berkaitan dengan mutu Pendidikan pada setiap Satuan Pendidikan adalah adanya Program pengawasan dan Pembinaan terhadap kinerja Tenaga Pendidik dan Manajer Satuan Pendidikan . Peningkatan kwalitas pembelajaran dan mutu Satuan Pendidikan dapat terlihat dari efektifitas dan efisiensi dan tata kelola yang indicatornya antara lain tingkat kelulusan dengan nilai hasil belajar siswa menunjukkan grafik meningkat dari tahun sebelumnya , berkembangnya potensi yang dimiliki siswa, manajemen satua Pendidikan yang berbasis pelayanan serta apresiasi masyarakat terhadap satuan Pendidikan semakin meningkat .
Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Deli Serdang, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya merupakan tenaga kependidikan yang peranannya sangat penting dalam membina kemampuan profesional tenaga pendidik dan kepala sekolah/Madrasah dalam meningkatkan kinerja sekolah/Madrasah. Pengawas sekolah/Madrasah berfungsi sebagai supervisor baik supervisor akademik maupun supervisor manajerial. Sebagai supervisor akademik, pengawas sekolah/Madrasah berkewajiban untuk membantu kemampuan profesional guru agar guru dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sedangkan sebagai supervisor manajerial, pengawas berke¬wajiban membantu kepala sekolah/Madrasah agar mencapai sekolah/Madrasah yang efektif.
Pembinaan dan pengawasan kedua aspek tersebut hendaknya menjadi tugas pokok pengawas sekolah/Madrasah/Madrasah. Oleh sebab itu Program Pengawasan yang dirancang sebagai terjemahan dari tugas pokok dan fungsi Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Madrasah maupun Sekolah/Madrasah Umum akan menjadi action plan untuk masa satu tahun menjadi sangat penting dilakukan sekaligus menjadi acuan dan barometer kinerja Pengawas itu sendiri pada sekolah/Madrasah binaannya. . Peranan pengawas menjadi konsultan pendidikan yang senantiasa menjadi pendamping bagi guru dan kepala sekolah/Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Lebih dari itu kehadiran pengawas menjadi agen dan pelopor dalam inovasi pendidikan di sekolah/Madrasah binaannya. Kinerja pengawas salah satunya akan dilihat dari kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh sekolah/Madrasah binaannya. Dalam konteks itu maka Program pengawasan yang dibuat di sekolah/Madrasah yang dibinanya akan menjadi sesuatu yang penting .
B. LANDASAN HUKUM

Dasar Hukum Kepengawasan Pendidikan bagi Pengawas Pendidikan Agama Islam, yaitu ;
1. Undang – undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XIX Pasal 66 tentang Pengawasan ayat 1,2 dan 3
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional R.I, Nomor 19 Tahun 19 tanggal 23 Mei 2007
tentang Standar Pengelolaan Pendidikan,, Bab VI tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan pasal 39
3. Surat Keputusan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya
4. Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah/Madrasah dan angka kreditnya
5. Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 381 Tahun 1999, tanggal 29 Juli 1999;
tentang Petunjuk Tekhnis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan angka kreditnya;2.
6 . Peraturan Menteri Pendidikan Nasional R.I, Nomor 12 Tahun 2007 , tanggal 28 Maret
2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah/Madrasah;
5. Surat Keputusan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Deli Serdang, Nomor Kd.02.02/2/Kp.07.5/0305/2010 tanggal 27 Pebruari 2010, tentang Pembagian Wilayah dan Madrasah /Sekolah/Madrasah Pengawas Pendidikan Agama Islam Tingkat Menengah Kabupaten Deli Serdang;

C. VISI , MISI DAN STRATEGI

1. Visi
Terwujudnya pengelolaan Pendidikan di Madrasah dan Pendidikan Agama Islam yang bermutu melalui Pengawasan Pendidikan yang berkwalitas
2. Misi
Meningkatkan kwalitas pemantauan, pengawasan dan pembinaan terhadap sekolah binaan baik yang terkait dengan manajerial maupun akademik.

3. Strategi Pengawasan
Program kerja kepengawasan ini disusun dengan melihat hasil analisis dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan merujuk pula pada program kerja Pokjawas Tingkat Menengah Kantor Kementrian Agama Kabupaten Deli Serdang dengan strategi kegiatan sebagai berikut ;
a.Identifikasi masalah dari hasil kepengawasan tahun sebelumnya
b.Pembahasan hasil dari fakta dan data sekolah binaan masing – masing pengawas dari aspek akademik dan manajerial
c.Pengolahan dan analisis data dan fakta kondisi nyata sekolah binaan
d.Rancangan program pembinaan dan tindak lanjut hasil pembinaan
e.Pemantapan program dan rekomendasi kebijakan pengelolaan pendidikan stakeholder bagi peningkatan mutu Madrasah/sekolah

D. RUANG LINGKUP PENGAWASAN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan pasal 23 disebutkan bahwa pengawasan proses Pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat 3 meliputi pemantauan, supervise, evaluasi pelaporan dan pemgambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Hal ini berarti pelaksanaan pengawasan pendidikan ditingkat satuan pendidikan memiliki cakupan dan ruang lingkup pemantauan, supervise dan evaluasi pelaporan dan pengambilan langkah tindak lanjut. Pemantauan merupakan pengawasan yang dilaksanakan langsung terhadap proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah. Hal ini dilakukan untuk melihat secara riil pelaksanaan proses pendidikan secara komprehensif dan factual. Supervisi dilakukan untuk mengembangkan dan meningkatkan situasi dan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan berkwalitas, sedangkan Evaluasi dimaksukkan sebagai proses penilaian terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan, apakah sudah dapat mencapai kompetensi yang menjadi target dalam perencanaan pembelajaran. Kemudian Pelaporan merupakan data tertulis yang diperolah dari hasil pemantauan , supervise dan evaluasi . Data tersebut sekaligus menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan proses pendidikan yang dilaksanakan disekolah.. Terkhir adalah Tindak lanjut merupakan lingkup terakhir dalam pengawasan yang lebih diarahkan kepada pejabat yang memiliki kewenangan untuk mendistribusikan dan koordinasi bagi kebijakan – kebijakan yang perlu diambil kemudian.
Jika diuraikan lebih lanjut Ruang lingkup Tugas pokok pengawas sekolah/Madrasah/satuan pendidikan adalah melakukan penilaian dan pembinaan dengan melaksanakan fungsi-fungsi supervisi, baik supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Berdasarkan tugas pokok dan fungsi di atas minimal ada tiga kegiatan yang harus dilaksanakan pengawas yakni:
1.Melakukan pembinaan pengembangan kualitas sekolah/Madrasah, kinerja kepala sekolah/Madrasah, kinerja guru, dan kinerja seluruh staf sekolah/Madrasah,
2.Melakukan evaluasi dan monitoring/pemantauan pelaksanaan program sekolah/Madrasah beserta pengembangannya,
3.Melakukan penilaian terhadap proses dan hasil program pengembangan sekolah/Madrasah secara kolaboratif dengan stakeholder sekolah/Madrasah.
Mengacu pada SK Menpan nomor 118 tahun 1996 tentang jabatan fungsional pengawas dan angka kreditnya, Keputusan bersama Mendikbud nomor 03420/O/1996 dan Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara nomor 38 tahun 1996 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional pengawas serta Keputusan Mendikbud nomor 020/U/1998 tentang petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah/Madrasah dan angka kreditnya, dapat dikemukakan tentang tugas pokok dan tanggung jawab pengawas Pendidikan Agama islam adalah menilai dan membina tekhnis pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah/Madrasah Umum , baik negeri maupun swasta yang menjadi tanggung jawabnya. Pengawas PAI ini termasuk di dalamnya penyelenggaraan Pendidikan di Madrasah yang meliputi:
1.Melaksanakan supervise/pengawasan penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan agama islam dan penyelenggaraan di Madrasah
2.melakukan supervisi/pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru Pendidikan Agama islam dan guru di Madrasah.
3.Melakukan supervise/pengawasan terhadap pelaksanaan ekstra kurikuler Pendidikan Agama Islam pada tingkatan sekolah/Madrasah/Madrasah yang menjadi tanggung jawabnya
Tugas pokok yang pertama merujuk pada supervisi atau pengawasan manajerial sedangkan tugas pokok yang kedua dan ketiga merujuk pada supervisi atau pengawasan akademik. Pengawasan manajerial pada dasarnya memberikan pembinaan, penilaian dan bantuan/bimbingan mulai dari rencana program, proses, sampai dengan hasil. Bimbingan dan bantuan diberikan kepada kepala sekolah/Madrasah dan seluruh staf sekolah/Madrasah dalam pengelolaan sekolah/Madrasah atau penyelenggaraan pendidikan di sekolah/Madrasah untuk meningkatkan kinerja sekolah/Madrasah. Pengawasan akademik berkaitan dengan membina dan membantu guru dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran/bimbingan dan kualitas hasil belajar siswa. Sedangkan wewenang yang diberikan kepada pengawas sekolah/Madrasah/Madrasah meliputi: (1) memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil yang optimal dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kode etik profesi, (2) menetapkan tingkat kinerja guru dan tenaga lainnya yang diawasi beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya, (3) menentukan atau mengusulkan program pembinaan serta melakukan pembinaan. Wewenang tersebut menyiratkan adanya otonomi pengawas untuk menentukan langkah dan strategi dalam menentukan prosedur kerja kepengawasan. Namun demikian pengawas perlu berkolaborasi dengan kepala sekolah/Madrasah dan guru agar dalam melaksanakan tugasnya sejalan dengan arah pengembangan sekolah/Madrasah yang telah ditetapkan kepala sekolah/Madrasah. Berdasarkan kedua tugas pokok di atas maka kegiatan yang dilakukan oleh pengawas antara lain:
1.Menyusun program kerja kepengawasan untuk setiap semester dan setiap tahunnya pada sekolah/Madrasah yang dibinanya.
2.Melaksanakan penilaian, pengolahan dan analisis data hasil belajar/bimbingan siswa dan kemampuan guru.
3.Mengumpulkan dan mengolah data sumber daya pendidikan, proses pembelajaran/bimbingan, lingkungan sekolah/Madrasah yang berpengaruh terhadap perkembangan hasil belajar/bimbing¬an siswa.
4.Melaksanakan analisis komprehensif hasil analisis berbagai faktor sumber daya pendidikan sebagai bahan untuk melakukan inovasi sekolah/Madrasah.
5.Memberikan arahan, bantuan dan bimbingan kepada guru tentang proses pembelajaran/bimbingan yang bermutu untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar/ bimbing¬an siswa.
6.Melaksanakan penilaian dan monitoring penyelenggaran pendidikan di sekolah/Madrasah binaannya mulai dari penerimaan siswa baru, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan ujian sampai kepada pelepasan lulusan/pemberian ijazah.
7.Menyusun laporan hasil pengawasan di sekolah/Madrasah binaannya dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan, Komite Sekolah/Madrasah dan stakeholder lainnya.
8.Melaksanakan penilaian hasil pengawasan seluruh sekolah/Madrasah sebagai bahan kajian untuk menetapkan program kepengawasan semester berikutnya.
9.Memberikan bahan penilaian kepada sekolah/Madrasah dalam rangka akreditasi sekolah/Madrasah.
10.Memberikan saran dan pertimbangan kepada pihak sekolah/Madrasah dalam memecahkan masalah yang dihadapi sekolah/Madrasah berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan.
Berdasarkan uraian di atas maka tugas pengawas mencakup: (1) inspecting (mensupervisi), (2) advising (memberi advis atau nasehat), (3) monitoring (memantau), (4) reporting (membuat laporan), (5) coordinating (mengkoordinir) dan (6) performing leadership dalam arti memimpin dalam melaksanakan kelima tugas pokok tersebut (Ofsted, 2003).
Tugas pokok inspecting (mensupervisi) meliputi tugas mensupervisi kinerja kepala sekolah/Madrasah, kinerja guru, kinerja staf sekolah/Madrasah, pelaksanaan kurikulum/mata pelajaran, pelaksanaan pembelajaran, ketersediaan dan pemanfaatan sumberdaya, manajemen sekolah/Madrasah, dan aspek lainnya seperti: keputusan moral, pendidikan moral, kerjasama dengan masyarakat.
Tugas pokok advising (memberi advis/nasehat) meliputi advis mengenai sekolah/Madrasah sebagai sistem, memberi advis kepada guru tentang pembelajaran yang efektif, memberi advis kepada kepala sekolah/Madrasah dalam mengelola pendidikan, memberi advis kepada tim kerja dan staf sekolah/Madrasah dalam meningkatkan kinerja sekolah/Madrasah, memberi advis kepada orang tua siswa dan komite sekolah/Madrasah terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Tugas pokok monitoring/pemantauan meliputi tugas: memantau penjaminan/ standard mutu pendidikan, memantau penerimaan siswa baru, memantau proses dan hasil belajar siswa, memantau pelaksanaan ujian, memantau rapat guru dan staf sekolah/Madrasah, memantau hubungan sekolah/Madrasah dengan masyarakat, memantau data statistik kemajuan sekolah/Madrasah, memantau program-program pengembangan sekolah/Madrasah.
Tugas pokok reporting meliputi tugas: melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi dan/atau Nasional, melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan ke masyarakat publik, melaporkan perkembangan dan hasil pengawasan ke sekolah/Madrasah binaannya.
Tugas pokok coordinating meliputi tugas: mengkoordinir sumber-sumber daya sekolah/Madrasah baik sumber daya manusia, material, financial dll, mengkoordinir kegiatan antar sekolah/Madrasah, mengkoordinir kegiatan preservice dan in service training bagi Kepala Sekolah/Madrasah, guru dan staf sekolah/Madrasah lainnya, mengkoordinir personil stakeholder yang lain, mengkoordinir pelaksanaan kegiatan inovasi sekolah/Madrasah.
Tugas pokok performing leadership/memimpin meliputi tugas: memimpin pengembangan kualitas SDM di sekolah/Madrasah binaannya, memimpin pengembangan inovasi sekolah/Madrasah, partisipasi dalam meminpin kegiatan manajerial pendidikan di Diknas yang bersangkutan, partisipasi pada perencanaan pendidikan di kabupaten/kota, partisipasi pada seleksi calon kepala sekolah/Madrasah/calon pengawas, partisipasi dalam akreditasi sekolah/Madrasah, partisipasi dalam merekruit personal untuk proyek atau program-program khusus pengembangan mutu sekolah/Madrasah, partisipasi dalam mengelola konflik di sekolah/Madrasah dengan win-win solution dan partisipasi dalam menangani pengaduan baik dari internal sekolah/Madrasah maupun dari masyarakat. Itu semua dilakukan guna mewujudkan kelima tugas pokok di atas.
Berdasarkan uraian tugas-tugas pengawas sebagaimana dikemukakan di atas, maka pengawas satuan pendidikan banyak berperan sebagai: (1) penilai, (2) peneliti, (3) pengembang, (4) pelopor/inovator, (5) motivator, (6) konsultan, dan (7) kolaborator dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah/Madrasah binaannya.

E. TUJUAN DAN SASARAN
1. Tujuan Pengawasan
- Meningkatkan kompetensi Kepala Madrasah dalam pengelolaan Pendidikan
- Meningkatkan Kemampuan GPAI dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran

2. Sasaran Kepengawasan
Sasaran dari Pengawasan Pendidikan adalah Kepala Madrasah, Tenaga pendidik dan Kependidikan serta staf pada Madrasah sedangkan pada Sekolah Umum lebih kepada guru Pendidikan Agama Islam,jika diuraikan sebagai berikut :
Kepala Madrasah dan Tenaga Kependidikan lainnya Pendidik Guru /Tenaga
1. Pelaksanaan kurikulum Madrasah
2. Kinerja kepala Madrasah dan staf sekolah
3. Kerjasama Madrasah dengan masyarakat
4. Kepala Madrasah di dalam mengelola pendidikan
5. Kepala Madrasah dalam melaksanakan inovasi
pendidikan
6. Administrasi sekolah
7. Manajemen sekolah
8. Pengembangan SDM sekolah
9. Penyelenggaraan ujian sekolah
10.Penyelenggaraan penerimaan siswa baru
11.Mengkoordinir keg. sumber daya pendidikan 1. Pelaksanaan kurikulum mata pelajaran
2.Proses pembelajaran/praktikum/ studi lapangan
3.Kegiatan ekstra kurikuler
4.Penggunaan media, alat bantu dan sumber belajar
5.Kemajuan belajar siswa
6.Pelaksanaan ujian mata pelajaran
7.Standar mutu hasil belajar siswa
8.Pengembangan profesi guru
9.Pengadaan dan pemanfaatan sumber-sumber belajar Pelaksanaan inovasi pembelajaran
10.Pengadaan sumber-sumber belajar

BAB II
IDENTIFIKASI HASIL KEPENGAWASAN
DAN KEBIJAKAN DALAM BIDANG KEPENDIDIKAN

A.DISKRIPSI HASIL PENGAWASAN TAHUN SEBELUMNYA
Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pengawasan pada sekolah/madrasah, maka kegiatan kepengawasan yang sudah dilaksanakan antara lain, monitoring dokumen KTSP, monitoring penerimaan peserta didik baru, monitoring kegiatan UN/US, pembinaan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, hubungan dengan penerapan standar proses, pembinaan administrasi, pemanfaatan laboratorium, pemanfaatan tempat ibadah, pembinaan penyusunan instrumen penilaian hubungannya dengan penerapan standar penilaian pendidikan dalam rangka persiapan, soal UN, soal US, dan soal-soal untuk try out UN/US, dan sebagainya
Berdasarkan hasil pengamatan, pemantauan, dan hasil studi dokumentasi dapat dilihat dari berbagai aspek sebagai berikut:
1.Aspek Kurikulum:
a.Masih ada beberapa madrasah/sekolah masih menggunakan kurikulum KBK, dan belum memahami serta memiliki dokumen KTSP
b.Pada beberapa madrasah/sekolah belum mampu menyusun dan menerapkan perangkat pembelajaran, terutama dalam pemetaan SK/KD, perumusan indikator, pengembangan komponen silabus lainnya dan sistem penilaian,
c.Masih ditemukan di beberapa madrasah/sekolah dalam pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) belum sesuai dengan Pedoman Penyusunan Silabus yang dikeluarkan oleh Depdiknas.
2.Pembelajaran:
a.Pada umumnya PBM pada sekolah/madrasah masih berpusat pada guru dan buku, belum maksimal interaksi siswa dengan sumber-sumber belajar seperti alat/bahan, alam/peristiwa, sosial,ekonomi, dll.
b.Pemanfaatan/pemberdayaan Lab. IPA, Perpustakaan, ruang keterampilan, dan sarana pendukung PBM lainnya belum digunakan secara optimal
c.Kegiatan ekstra kurikuler kurang terprogram sampai ke penilaian
d.Pada beberapa madrasah baik negeri maupun swasta masih ada yang belum lulus pada ujian nasional pertama dan baru lulus pada ujian susulan

3.Administrasi dan Manajemen Madrasah:
a.Masih ada beberapa madrasah yang belum menyusun RPS (Rencana Pengembangan Sekolah) baik jangka pendek maupun jangka menengah dan jangka panjang
b.Pada beberapa madrasah belum merekap dan menganalisis ketercapaian program
c.Pada umumnya madrasah belum mempunyai program pemberian penghargaan (reward) kepada guru, karyawan , atau siswa yang berprestasi
d.Pada beberapa madrasah terutama swasta belum menertibkan/menata dokumen madrasah seperti pengarsipan surat masuk / surat keluar, pengisian buku induk, kelaper dan buku mutasi
4.Sarana dan Prasarana:
a.Pada beberapa madrasah, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang laboratium, ruang keterampilan , ruang BK, ruang OSIS dan tempat ibadah (Mushalla) masih kurang memadai secara fisik dan pemanfaatan secara optimal
b.Pada umumnya belum memiliki ruang media pembelajaran dan sarana pendukung pembelajaran seperti OHP, LCD, dan media lainnya
c.Sarana buku pegangan guru dan siswa masih kurang memadai
5.Sarana olahraga bagi belum memenuhi standar.
6.Peserta didik:
a.Output kelas III, beberapa madrasah masih ada yang belum lulus pada ujian nasional periode pertama terutama pada terutama madrasah swasta
b.Belum menggembirakan hasil lomba akademik seperti lomba MIPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
c.Pembinaan OSIS terutama dalam penyusunan program kerja OSIS,dan laporan pertanggung jawaban pengurus OSIS, dibeberapa madrasah masih perlu ditingkatkan
d.Kegiatan ekskul masih terdapat beberapa siswa yang belum aktif mengikutinya terutama dalam ekskul wajib
7.Ketenagaan:
a.Kepala madrasah masih memerlukan kreatifitas dalam membina personil baik tenaga pendidik (guru) maupun tenaga kependidikan (tata usaha dan karyawan)
b.Guru madrasah masih terdapat kualifikasi pendidikan yang belum memenuhi standar
c.Masih ditemukan guru yang mengampu bidang studi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya
d.Masih ada beberapa guru yang belum sepenuhnya menjalankan tugasnya dengan disiplin
e.Masih kekurangan tenaga TU dan tenaga yang memiliki keahlian sesuai bidangnya
f.Masih belum sepenuhnya memiliki tenaga profesional di bidang laboratorium MIPA, bahasa dan perpustakaan
8.Pembiayaan:
Perlu peningkatan kemampuan bendahara sekolah dan komite sekolah dalam pembukaan dan membuat SPJ
9.Lingkungan dan Budaya Madrasah:
Di beberapa madrasah belum memiliki taman sekolah yang memadai dan masih perlu meningkatkan 7K terutama perhatian dan pemilaharan dari kalangan siswa
10.Peran Serta Masyarakat:
Keterlibatan masyarakat terutama dari komite madrasah masih terlihat lemah belum berperan sebagaimana mestinya
11.Bimbingan dan Konseling:
Dibeberapa sekolah optimal terutama dalam penyusunan program dan layanan BK, dalam menghimpun data orang tua (pendidikan, pekerjaan, agama, dan penghasilan), demikian juga dalam menghimpun data pembiasaan siswa dari masing-masing guru bidang studi untuk disampaikan kepada wali kelas.

B.MASALAH DALAM PENGAWASAN
Masalah dalam pengawasan mencakup masalah pembinaan, pemantauan dan masalah penilaian. Dalam naskah akademik tentang standar pengawasan satuan pendidikan yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dijelaskan bahwa “Tugas pokok pengawas satuan pendidikan sebagai supervisor pendidikan baik bidang akademik maupun bidang manajerial adalah monitoring/pemantauan, penilaian, pembinaan dan pengembangan, serta laporan dan tindak lanjut”.
Monitoring/pemantauan, penilaian, dan pembinaan, yang dilakukan dalam pengawasan telah dapat didiskripsikan dari berbagai aspek sebagaimana yang telah dikemukaan pada bagian A bab II di atas. Dari diskripsi tersebut, masalah-masalah yang ditemukan dalam kepengawasan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1.Dari sisi Pengawas
a.Masih kurangnya pendidikan dan pelatihan peningkatan kompettensi pengawas terutama dalam perubahan pendidikan yang sedemikian cepat pada akhir-akhir ini, seharusnya pengawas dilatih dan dididik lebih dulu agar dapat memberikan pembinaan terhadap satuan pendidikan
b.Keterlambatan informasi yang berkembang di bidang pendidikan, karena dari pihak struktural mendahulukan penyampaian informasi kepada madrasah dari pada pengawas
c.Kurang memadainya sarana dan prasarana serta dana supervisi dalam menjalankan tugas kepengawasan, karena kondisi sekarang kurang memadai
2.Dari sisi Madrasah yang diawasi
a.Belum tersosialisasinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan baik dan merata terutama kepada guru-guru baik dokumen I maupun dokumen II demikian juga dalam pendidikan dan pelatihannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dan dana dari pihak struktural
b.Kurangnya kemampuan SDM guru dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, serta tindak lanjut pembelajaran, dikarenakan minimnya pendidikan dan pelatihan
c.Belum memadainya sarana dan prasaran madrasah baik yang terkait dengan akademik maupun manajerial
d.Kurangnya tenaga Pendidik dan Kependidikan baik dari jumlah personal maupun dari kualifikasi dan kompetensinya.
3.Dari sisi Guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah
a.Masih kurang memahami teknik penyusunan silabus dan RPP yang sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Depdiknas, hal ini dikarenakan kurangnya pendidikan dan pelatihan
b.Belum terlaksananya proses pembelajaran sesuai Permen Diknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, karena pada tahun-tahun belakangan ini kurang mendapatkan pembinaan melalui penataran atau pelatihan
c.Masih terdapat kelemahan di dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut sebagaimana yang telah diatur dalam Permen Diknas No.20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan

BAB III
DESKRIPSI PROGRAM PENGAWASAN

BAB. IV
P E N U T U P

A. Kesimpulan

Program pengawasan sekolah merupakan pedoman bagi pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Program pengawasan semoga dapat sesuai dengan isi dan tujuan pendidikan di sekolah binaan. Program yang disusun ini diarahkan pada layanan profesional pengawas dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di Madrasah dan Profesionalisme GPAI pada Sekolah Umum

Dengan tersusunnya program kerja tahunan ini diharapkan kegiatan kepengawasan dapat berjalan dengan baik yang akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas, baik kualitas kinerja Kepala Madrasah, guru dan yang terkait dalam bidang pendidikan khususnya disekolah,sebagai satu Institusi formal yang mencetak generasi penerus Bangsa sesuai dengan cita-cita yang tercantum dalam UUD 1945,dan kualitas mutu pendidikan secara umumnya.

B. Saran

Tuntutan amanah tugas kepengawasan yang begitu komplek dan kondisi pengelolaan satuan pendidikan serta tingkat kemampuan profesionalisme guru yang semakin menuntut adanya pengawasan yang lebih berkwalitas sekaligus menjadi upaya pembinaan terwujudnya institusi pendidikan yang memiliki mutu yang akan melahirkan generasi yang diharapkan oleh tujuan Pendidikan Nasional membutuhkan program pengawasan yang dapat memberikan jawaban terhadap tuntutan tersebut.
Mengingat keterbatasan dan tuntutan sebagai seorang pengawas semakin luas , maka program pengawasan ini masih jauh dari program yang dapat memenuhi seluruh tuntutan dari persoalan – persoalan pendidikan yang ada , namun setidaknya menjadi bagian yang ikut memberi kontribusi positif, maka program ini masih membutuhkan kajian dan analisa yang pada akhirnya perlu diberikan kritik dan saran agar lebih baik pada masa yang akan datang,

1 komentar:

  1. Terima kasih infonya, bagi anda kepala sekolah dan pengawas. lengkapi kebutuhan administrasi anda disini CD Administrasi Kepala Sekolah

    BalasHapus